GARDU Sosial Resmi Diluncurkan di Sidoarjo, Tekan Kemiskinan Akibat Risiko Kerja

  • Whatsapp

SIDOARJO | DN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Lingkungan RT/RW dan Rumah Ibadah (GARDU Sosial) sebagai langkah memperluas perlindungan bagi pekerja sekaligus mencegah munculnya kemiskinan akibat risiko kerja.

Peluncuran program tersebut berlangsung di Tugu Jayandaru, Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, Minggu (21/6/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, camat, lurah, kepala desa, serta pengurus RT/RW.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, yang mewakili Bupati Sidoarjo H. Subandi dan Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana, menegaskan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya pekerja sektor informal.

Menurutnya, keberadaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi instrumen penting untuk memberikan rasa aman kepada pekerja saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko lainnya.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo hadir untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan yang layak. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, pekerja akan mendapatkan jaminan ketika mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya,” ujar Fenny.

Ia menjelaskan bahwa manfaat program tersebut tidak hanya diberikan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja, tetapi juga kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia. Bahkan, seluruh biaya perawatan akibat kecelakaan kerja ditanggung hingga peserta dinyatakan sembuh.

Fenny juga mengungkapkan bahwa Pemkab Sidoarjo telah mengintegrasikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan ke dalam ekosistem pemerintahan desa, mulai dari kepala desa, perangkat desa, anggota BPD, kader kesehatan, kader PPKBD hingga kader sub-PPKBD.

Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan upaya nyata pemerintah dalam membangun sistem perlindungan sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Program ini tidak hanya menyasar perangkat desa, RT/RW, dan kader. Kami berharap manfaatnya dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas agar mampu mencegah kemiskinan mendadak maupun kemiskinan ekstrem akibat risiko kerja,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Arie Fianto Sofyan, menyampaikan bahwa jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar 487 ribu orang atau setara 39,60 persen dari total potensi peserta.

Meski demikian, masih terdapat sekitar 631 ribu warga yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Masih banyak masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan. Jika risiko kerja terjadi tanpa adanya jaminan sosial, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemiskinan baru,” jelas Arie.

Pada kesempatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta. Salah satunya diberikan kepada Siti Rohma, ahli waris almarhum Abdul Malik, perangkat Desa Plaosan, Kecamatan Wonoayu, dengan nilai santunan mencapai Rp109.728.060.

Santunan lainnya diberikan kepada Nur Laili Fitria, ahli waris Wahyudi Sugianto yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online, sebesar Rp238 juta.

Arie menjelaskan bahwa manfaat yang diterima peserta tidak hanya berupa santunan kematian, tetapi juga fasilitas beasiswa pendidikan bagi anak peserta mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.

Ia menilai masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan fungsi antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, keberadaan GARDU Sosial diharapkan menjadi sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait pentingnya perlindungan pekerja.

Dalam peluncuran program tersebut, dilakukan pula penyematan simbol kepada ekosistem rumah ibadah dan lingkungan RT/RW yang dinilai aktif mendukung program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Penghargaan diberikan kepada Masjid Al Barokah (Makah), Perum Watasa, Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo, yang telah mendaftarkan 42 peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu, RW 9 Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, turut mendapat apresiasi karena berhasil menghimpun hampir 1.200 peserta.

Melalui GARDU Sosial, Pemkab Sidoarjo dan BPJS Ketenagakerjaan berharap rumah ibadah serta lingkungan RT/RW dapat menjadi pusat penyebaran informasi dan edukasi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami berharap rumah ibadah dan lingkungan RT/RW yang telah berjalan baik ini dapat menjadi contoh bagi wilayah lain. Semakin banyak masyarakat yang memahami manfaat jaminan sosial, semakin kuat perlindungan yang dimiliki para pekerja dan keluarganya,” pungkas Arie. [SWD]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *