“Ramadan adalah momentum mempererat silaturahmi. Kami ingin penghuni dan manajemen saling mengenal lebih dekat,” ujar Subandi di hadapan awak media.
Pemberitaan yang sempat tayang pada Sabtu (21/02/2026) akhirnya dikoreksi. Pemimpin Redaksi Radar Bangsa, Zainul, mengakui adanya kelalaian dalam proses jurnalistik. Ia menyebut berita tersebut muncul tanpa verifikasi memadai.








