Titik finish berada di jalan depan gedung serbaguna, tak jauh dari punden desa setempat. Terlihat gunungan sedekah bumi diletakkan berjajar di tengah jalan. Namun, tokoh agama setempat belum selesai membaca doa, gunungan tersebut sudah menjadi rebutan warga.
Kepala Desa Bangunrejo, Kanjeng Raden Tumenggung Sutrisno menegaskan, Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana memiliki makna untuk menyatukan semua tanaman pertanian yang ada di Desa Bangunrejo untuk menjadi makanan yang bermanfaat bagi warga.
“Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana merupakan simbol dari kesejahteraan warga masyarakat Desa Bangunrejo,” tegas KRT Sutrisno.







