Tidak hanya tujuh gunungan berisi sayuran, Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana juga menyajikan empat tumpeng yang terdiri dari nasi tiwul, nasi sawut, nasi jagung dan nasi beras.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, yang turut hadir menyaksikan Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana di Desa Bangunrejo Kecamatan Karanganyar memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya kegiatan. Terlebih kemasan budaya yang disajikan bisa mendukung pariwisata, asal disajikan dengan apik.
“Festival Budaya Manunggaling Sri Sedana bisa menjadi agenda rutin yang bisa mendatangkan wisatawan untuk kesini, karena sangat luar biasa perpaduan budayanya. Tinggal mengemas yang lebih bagus lagi. Kedepan bisa menjadi agenda wisata Ngawi, jika bisa banyak menarik orang untuk melihatnya langsung,” jelas Wiwien Purwaningsih kepada Jatim Times.







