Madekur, salah seorang warga Bojoasri, mengungkapkan kondisi banjir kali ini jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Sejak akhir November 2025 sampai sekarang belum surut. Ekonomi warga lumpuh karena jalan tidak bisa dilalui,” ujarnya. Ia menambahkan, momentum Idulfitri tahun ini terasa hambar karena sanak saudara dari luar desa tidak bisa berkunjung. “Anak saya tidak bisa pulang kampung karena akses masuk desa sulit,” katanya.
Hal serupa dialami Sunan, warga lainnya. Ia mengaku tidak dapat berkumpul bersama keluarga di hari raya karena anak-anaknya terhalang banjir. “Lebaran tahun ini anak saya tidak bisa pulang kampung karena jalan masih terendam,” tuturnya.








