LAMONGAN | DN – Memasuki bulan Maret 2026, banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero, anak Sungai Bengawan Solo, di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, belum juga surut. Hingga Senin (23/3), genangan air masih merendam sejumlah dusun di Desa Bojoasri, membuat warga terisolir lebih dari empat bulan.
Banjir berkepanjangan ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan serta meluapnya debit air Bengawan Jero yang tak mampu ditampung. Akibatnya, akses jalan antar-desa, fasilitas umum, hingga rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 60–80 sentimeter, bahkan ada yang setinggi lutut orang dewasa.








