”Polsek Tarokan akan terus membangun dan memperkuat sinergisitas dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani dan kelompok tani yang ada di wilayah kami. Kami tidak ingin hubungan ini hanya bersifat sementara atau formalitas. Kehadiran kami di lapangan harus menjadi ruang diskusi yang hidup, di mana petani tidak canggung mengadukan masalahnya dan kami siap menjembatani solusinya demi kemajuan pertanian bersama,” tambah AKP Priyo Hadistyo.
Bersamaan dengan momentum bulan Suro ini, Polsek Tarokan juga menyelipkan pesan kamtibmas yang mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat. Kapolsek Tarokan mengajak warga untuk memanfaatkan bulan yang sakral ini sebagai momen refleksi spiritual dan sosial.
”Di bulan Suro ini, kami dari Polsek Tarokan mengimbau dan mengajak seluruh warga masyarakat untuk saling merenungkan diri (muhasabah). Mari kita jaga kesucian bulan ini dengan memperkuat persaudaraan, menahan diri dari potensi konflik, dan bersama-sama berdoa serta berikhtiar demi keamanan, kedamaian, serta kemajuan bangsa. Khususnya di wilayah hukum Polsek Tarokan Polres Kediri Kota, mari kita ciptakan lingkungan yang guyub rukun,” ajak AKP Priyo Hadistyo.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kanit Binmas Polsek Tarokan Ipda Suyono, S.H., menegaskan bahwa pihaknya bergerak masif ke seluruh penjuru wilayah. Sambil menyusuri hamparan sawah dan berdialog dengan warga, ia memantau langsung kinerja para personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di 10 desa di seluruh Kecamatan Tarokan.
”Kami telah menginstruksikan dan memantau seluruh anggota Bhabinkamtibmas di 10 desa se-Kecamatan Tarokan agar setiap hari turun ke desa binaan masing-masing. Mereka wajib mengawal para petani dan peternak, membantu mengatasi kendala di lapangan, serta menjadi perpanjangan tangan kami dalam menjaga produktivitas pangan,” ujar Ipda Suyono di lokasi persawahan.
Melalui sinergi Bhabinkamtibmas di 10 desa tersebut, beberapa poin penting yang menjadi fokus pemantauan rutin meliputi:








