Dua Bakal Calon Gubernur Jakarta Mendaftar ke KPUD

  • Whatsapp

“(Nama Ridho ini) semata-mata kami sangat berharap ada ridho Allah Subhanahu wataala dalam niat baik kami membangun bangsa ini melalui demokrasi dan kerja-kerja untuk kemajuan Indonesia, khususnya Jakarta,” ujarnya.

Ridwan berharap proses kontestasi berjalan dalam suasana kondusif, riang gembira, dan diwarnai adu gagasan. Dia mengatakan slogan pasangan Ridwan-Suswono adalah Jakarta Baru karena Jakarta sudah tidak lagi menjadi ibu kota Indonesia sehingga membutuhkan imajinasi dan definisi yang baru.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
FILE - Warga etnis Tionghoa memberikan suara mereka di TPS pada putaran final Pilkada Jakarta pada 19 April 2017. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)
FILE – Warga etnis Tionghoa memberikan suara mereka di TPS pada putaran final Pilkada Jakarta pada 19 April 2017. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)

Menurutnya, Jakarta Baru nanti melibatkan semua orang yang mencintai Jakarta untuk didengar aspirasinya untuk membuat sebuah cetak biru Jakarta Baru. Dia berjanji kalau terpilih tidak ada lagi anak-anak di Jakarta yang tidak mendapat pendidikan.

Ridwan ingin warga Jakarta mendapat layanan kesehatan yang cepat dan dengan biaya terjangkau. Semua bidang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan juga akan dimajukan.

Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Lili Romli mengatakan kalangan internal PDIP terbelah dua, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju mendukung Anies Baswedan. Dia menambahkan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak mengajukan Anies karena alasan ideologis.

“Karena Anies kita tahu dianggap kelompok Islam dan dekat sama kelompok Islam kanan. Kedua, dia pasti dikaitkan dengan peristiwa pilkada 2017 yang berhadapan dengan calon dari PDIP. Itu yang ada dalam memori Ibu Megawati,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *