Menkes: Kasus Cacar Monyet Varian 1B Belum Terdeteksi di Indonesia

  • Whatsapp
Seorang penumpang berjalan melewati spanduk yang menginformasikan tentang Cacar Monyet (MPOX) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, 26 Agustus 2024. (YASUYOSHI CHIBA / AFP)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan sejauh ini kasus cacar monyet (monkey pox/mpox) yang terdeteksi di Indonesia adalah varian 2B; dan Indonesia tidak akan menutup pintu bagi pendatang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menjelaskan, varian baru cacar monyet yang menyebabkan WHO menaikkan status penyakit tersebut menjadi public health emergency of international concern adalah varian baru yang disebut varian 1B, yang memiliki tingkat fatalitas 10 persen. Sedangkan tingkat fatalitas untuk varian 2B mencapai 0,1 persen.“Varian 1B ini belum menyebar ke mana-mana kecuali dua negara yaitu Swedia dan Thailand yang lainnya di Afrika. Kenapa? Karena mereka juga datang dari Afrika,” ungkap Menkes Budi, usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/8).

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Masyarakat diminta Budi untuk selalu waspada, namun juga tidak panik. Mengingat penularan cacar monyet ini tidak semudah COVID-19. Penularan cacar monyet ini katanya 95 persen disebabkan oleh kontak seksual dan umumnya terjadi di kelompok tertentu saja.

Untuk kondisi dan situasi di tanah air sendiri, cacar monyet sudah mulai terdeteksi sejak tahun 2022. Hingga 2024, kata Budi sudah terdeteksi sebanyak 88 kasus dengan varian 2B yang terdapat di Pulau Jawa dan Kepulauan Riau.

“Tapi paling banyak terjadi di tahun 2023 ada sekitar 73 kasus. Di tahun 2024 sendiri itu ada 14 kasus yang kita sudah konfirmasi positif dari awal tahun. Daerahnya semuanya di Jawa plus Kepulauan Riau. Tapi sejak WHO menaikkan kembali statusnya di Agustus 2024, kita ada 11 suspect tapi semuanya negatif. Jadi sesudah di tes PCR, negatif. Dari 88 kasus ini 100 persen sembuh, karena 100 persen mereka adalah variannya 2B, kita sudah genome sequencing semuanya,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *