“Menu roti dan kue kering yang kualitasnya setara produk warung kelontong dipatok dengan harga jauh lebih tinggi. Ini jelas pemborosan anggaran,” kata Musa.
Selain penyelenggara, Musa juga mengkritik Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap terlalu fokus pada laporan formal tanpa memantau kondisi riil di lapangan.
“BGN jangan hanya bicara di media. Mereka harus turun langsung, membina dan mengawasi dapur penyedia. Aparat terkait wajib berpihak pada kepentingan negara dan masyarakat, bukan sekadar bisnis,” tandasnya. [KJI]








