Lebih lanjut, Askari menepis isu yang mengaitkan aksinya dengan kepentingan politik lokal, seperti Pilkada Bupati Maros atau isu kotak kosong. “Jika ada yang mengaitkan aksi kami dengan politik, terutama terkait Hatta Rahman yang merupakan mantan Bupati Maros, itu hanyalah upaya untuk menutupi kasus korupsinya,” jelasnya.
Menurut Askari, gerakan DPP Gempar NKRI murni berlandaskan semangat anti-korupsi, sejalan dengan instruksi Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk memberantas korupsi. “Kasus ini sudah lama ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri, tapi belum tuntas. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi masih bebas hingga kini,” pungkasnya.








