Meski demikian, Soedjito menegaskan bahwa hingga kini penyebab pasti munculnya keluhan tersebut belum dapat dipastikan. Pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan untuk memastikan apakah insiden tersebut benar-benar disebabkan oleh makanan MBG atau faktor lainnya.
Sebagai tindak lanjut, petugas dari SPPG, Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mendatangi SMPN 1 Kras. Mereka melakukan evaluasi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta menelusuri kemungkinan penyebab munculnya gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Tim juga terlihat melakukan koordinasi di ruang kepala sekolah dan meninjau sejumlah siswa yang sempat mendapatkan perawatan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Sementara itu, Koordinator SPPI Kabupaten Kediri Ahmad Gunawan belum memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab kejadian tersebut. Saat dikonfirmasi, ia meminta agar informasi terkait penanganan kasus disampaikan melalui Satgas MBG Kabupaten Kediri.








