Raisi sedang dalam perjalanan dari Provinsi Azerbaijan Timur di Iran. Stasiun televisi pemerintah itu mengatakan insiden terjadi di dekat Jolfa, sebuah kota yang berbatasan dengan Azerbaijan, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota Teheran.
Stasiun televisi yang dikelola kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan Raisi melakukan perjalanan bersama Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian, gubernur provinsi Azerbaijan Timur dan beberapa pejabat lain. Seorang pejabat pemerintah local menggunakan kata “kecelakaan” untuk menggambarkan insiden itu, tetapi ia mengakui kepada sebuah surat kabar Iran bahwa ia sendiri belum mencapai lokasi insiden tersebut.
Baik IRNA maupun stasiun televisi pemerintah itu tidak memberikan informasi apapun mengenai kondisi Raisi. Mereka hanya melaporkan bahwa tim penyelamat berusaha untuk mencapai lokasi, tetapi terhambat oleh kondisi cuaca yang buruk. Dilaporkan terjadi hujan lebat dan kabut disertai angin. IRNA menyebut daerah itu sebagai “hutan”.
Helikopter dan Armada Udara Iran Gunakan Piranti Sebelum Revolusi Islam 1979
Raisi berada di Azerbaijan pada Minggu (19/5) pagi untuk meresmikan sebuah bendungan bersama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Bendungan ini merupakan bendungan ketiga yang dibangun oleh kedua negara di Sungai Aras. Kunjungan tersebut dilakukan di tengah hubungan yang dingin antara kedua negara, termasuk karena serangan senjata di Kedutaan Besar Azerbaijan di Teheran pada 2023, dan hubungan diplomatik Azerbaijan dengan Israel, yang dianggap oleh teokrasi Syiah Iran sebagai musuh utamanya di wilayah tersebut.









