Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi akibat perang yang berlangsung hampir setahun, di mana serangan udara dan artileri Israel telah mengubah sebagian besar wilayah kantong Palestina itu menjadi puing-puing. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 41.300 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut.
Perintah Mengungsi Warga Lebanon
Sementara itu, media resmi Lebanon melaporkan pada Senin (23/9) bahwa warga menerima peringatan telepon dari Israel yang meminta mereka untuk mengungsi. Kantor Menteri Informasi Ziad Makary menginformasikan kepada AFP bahwa mereka juga telah menerima salah satu panggilan tersebut.
Laporan tersebut muncul setelah militer Israel mengingatkan warga di Lebanon untuk menjauhi target-target Hizbullah dan bertekad akan melakukan serangan yang lebih “luas dan tepat” terhadap kelompok yang didukung Iran tersebut.
Kantor Berita Nasional Lebanon, NNA, melaporkan bahwa “warga di Beirut dan beberapa daerah menerima pesan peringatan melalui telepon rumah dari sumber yang berasal dari musuh Israel, yang meminta mereka untuk segera mengungsi dari lokasi mereka.”
Mereka menyebut peringatan telepon itu sebagai “bagian dari perang psikologis yang diadopsi musuh”.
Kantor Menteri Makary, yang terletak di Beirut dekat beberapa kementerian lainnya, melaporkan bahwa mereka menerima panggilan telepon rumah. Ketika staf menjawab, mereka mendengar sebuah “pesan rekaman” yang menginstruksikan mereka untuk mengungsi dari gedung guna menghindari serangan.
Imad Kreidieh, kepala penyedia telekomunikasi negara Ogero, menyatakan bahwa “sistem jaringan telepon rumah di Lebanon memblokir semua komunikasi dari Israel.”
Namun Israel “menghindari sistem komunikasi dengan menggunakan kode telepon internasional negara sahabat”, katanya kepada AFP.
Israel dan Lebanon secara teknis sedang berperang, dan Lebanon melarang komunikasi dengan Israel. [Red]#VOA








