Sejarah Kupat Pekauman diyakini bermula sejak masa Kiai Baka, sesepuh yang tinggal di kawasan Bekaka’an. Sejak itu, tradisi ini terus dilestarikan dan berkembang semakin meriah dari generasi ke generasi.
Dalam praktiknya, Kupat Pekauman identik dengan gelar griya atau open house. Hampir setiap rumah terbuka untuk menerima tamu, baik keluarga, kerabat, maupun masyarakat dari luar daerah. Suasana hangat dan penuh silaturahmi menjadi ciri khas yang selalu dinanti.








