Dari Warisan Kiai Baka, Kupat Pekauman Jadi Magnet Silaturahmi dan Kebersamaan Warga Gresik

  • Whatsapp
Ilustrasi: Dari Warisan Kiai Baka, Kupat Pekauman Jadi Magnet Silaturahmi dan Kebersamaan Warga Gresik

Kupat Pekauman bukan sekadar pesta kuliner, melainkan bagian dari rangkaian ibadah warga setempat. Usai menunaikan Salat Idulfitri, masyarakat melanjutkan dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Tradisi kupatan kemudian menjadi penutup sekaligus momentum kebersamaan.

Tokoh masyarakat Pekauman, Ustadz Mokhamad Zaenuri, menegaskan bahwa tradisi ini telah menjadi identitas religius warga. “Setelah puasa Ramadan, warga melanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, barulah tradisi ini digelar. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Pekauman,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *