Camilo Osias, yang sangat strategis dan bisa dicapai lewat sebuah penerbangan singkat dari Taiwan.
Hal ini mengkhawatirkan Manuel Mamba, gubernur setempat yang khawatir provinsinya menjadi target militer. “Sepuluh jam setelah serangan ke Pearl Harbor, Jepang menyerang kami, pada dasarnya karena pasukan Amerika berada di sini. Dan saya pikir hal itu akan terjadi lagi jika ada pasukan asing di tengah-tengah kita,” tukasnya.
Pengaturan baru dengan Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) ini tidak memulihkan kehadiran AS secara permanen. Beberapa pejabat Filipina mengatakan fokus utamanya adalah untuk mempercepat modernisasi militer negara itu.
Asisten Direktur Dewan Keamanan Nasional Filipina Jonathan Malaya mengatakan, “Kami telah memperbarui militer kami, tetapi hal ini tidak pernah cukup karena masalah territorial dengan China.”
China semakin sering mengganggu kapal-kapal Filipina, karena memaksakan klaimnya di Laut China Selatan. Beberapa pihak di Manila memandang kehadiran pasukan A.S. sebagai cara untuk menghalangi tujuan ekspansionis China di kawasan itu. Kembali Jonathan Malaya.








