Menurut kesaksian warga setempat, Rokhman, suasana mulai memanas ketika pemuda Campurejo melontarkan kata-kata kasar saat meninggalkan lokasi. “Ucapan itu membuat pemuda Banyutengah merasa tersinggung dan akhirnya kembali ke lokasi,” ujarnya.
Bentrok kedua terjadi di depan sebuah tempat hiburan yang dikenal sebagai Billiard dan Cafe. Di lokasi tersebut, seorang pemuda dari kelompok Banyutengah diduga melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.








