Sementara itu, Nur Asia Utami, Prakirawan BBMKG Wilayah IV Makassar, menegaskan bahwa sebagian wilayah Sulsel masih berada dalam fase pancaroba atau peralihan musim.
“Belum semua wilayah masuk kemarau. Selayar dan sebagian Takalar memang sudah menunjukkan tanda-tanda, tapi wilayah lain masih berpotensi hujan,” katanya.
BMKG memperkirakan awal musim kemarau akan terjadi pada Mei 2026, dengan kemungkinan pergeseran awal musim hujan ke Desember jika El Nino berkembang hingga kategori moderat.
Fenomena ini juga dipengaruhi oleh gangguan atmosfer di wilayah Pasifik yang mengubah pola angin dan mengurangi pembentukan awan di Indonesia.
“Gangguan di Pasifik menyedot massa udara dari wilayah kita, sehingga awan berkurang dan suhu terasa lebih panas,” jelas Nur Asia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi, terutama penghematan air dan kesiapan sektor pertanian menghadapi kemarau panjang. Upaya modifikasi cuaca masih mungkin dilakukan, namun sangat bergantung pada keberadaan awan di atmosfer. [D’kawang]








