BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Turun Jadi 5,05 Persen

  • Whatsapp

“Daya beli masyarakat terjaga yang ditunjukkan antara lain oleh indeks penjualan ritel yang tumbuh 1,14 persen year on year dan penjualan domestik sepeda motor sebesar 4,21 persen year on year,” kata Edy.

“Mobilitas masyarakat juga meningkat, diindikasikan oleh peningkatan jumlah penumpang untuk seluruh moda transportasi, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada pengangkutan laut dan angkutan rel sebesar 20,75 persen dan 16,24 persen secara year on year. Hal ini sejalan dengan perayaan berbagai hari besar keagamaan dan libur sekolah,” tambahnya,” lanjutnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menteri Keuangan Sri Mulyani di G20 Bali. (Foto: Courtesy/Kemenkes)
Menteri Keuangan Sri Mulyani di G20 Bali. (Foto: Courtesy/Kemenkes)

Meskipun melambat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai pertumbuhan ekonomi di kuartal II masih cukup baik dan harus selalu dijaga dan dipertahankan.

“Kita nanti di semester II akan terus melihat faktor-faktor untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi bisa tetap terjaga pada tingkat antara 5,1 persen, bahkan kalau bisa mencapai 5,2 persen,” tuturnya.

“Tentu ini tidak mudah pada saat perekonomian global sekarang ini justru mengalami pelemahan dan fragmentasi. Ini yang kami bersama Pak Menko perekonomian nanti dengan arahan Presiden Jokowi akan melakukan beberapa langkah kebijakan untuk 2024. Jadi ini masuk dalam APBN 2024,” ungkap Menkeu Sri.

Ekonom CORE Indonesia Hendri Saparini mengungkapkan perlambatan ekonomi di kuartal II tersebut disebabkan oleh beberapa hal.

Pertama, kata Hendri, hal ini disebabkan oleh faktor musiman, di mana pada kuartal sebelumnya terdapat Ramadan dan Lebaran. Sedangkan pada kuartal II, tidak ada faktor yang dapat secara signifikan mendorong perekonomian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *