Ketika kemudian ditanyakan apakah ada kemungkinan bank sentral akan menaikkan kembali suku bunga acuannya mengingat rupiah masih belum menyentuh level di bawah Rp16.000, ia mengindikasikan BI rate masih akan ditahan di level 6,25 persen.
“Dari arah pergerakannya, kenaikan BI rate dan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kemarin, data yang sekarang ada menunjukkan bahwa memang tidak lagi ada keperluan untuk menaikkan BI rate,” tuturnya.
“Dengan data-data yang sekarang, kami melihat bahwa kenaikan itu cukup untuk memastikan dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, semuanya data dependen. Hasilnya tunggu RDG bulanan,” tegasnya.
Perkuat Fundamental, Batasi Intervensi
Ekonom Indef Berly Martawardaya mengungkapkan untuk dapat menjaga pergerakan nilai tukar rupiah agar tetap stabil, harus dilakukan dengan cara mengkombinasikan penguatan fundamental perekonomian Indonesia dengan intervensi.
“Saya tidak begitu yakin, dan tidak begitu perlu juga. Jangan at all cost, harus pertumbuhan yang fleksibel. Penting juga bagi BI untuk jangan memikirkan “keren rupiah di bawah Rp16 ribu” tapi mahal sekali biayanya yang harus dikeluarkan, seperti suku bunga naik, cadangan devisa terkuras. Jadi ada titik balance yang harus dicari, memang tidak mudah untuk menjadi sentral bank,” ungkap Berly.
Menurutnya, langkah untuk menstabilkan nilai tukar rupiah seharusnya tidak terus dibebankan pada bank sentral saja. Pemerintah, katanya juga harus bergerak untuk memperkuat fundamental perekonomian, salah satunya dengan memperkuat ekspor. Ia mencontohkan, Kementerian Pertanian harus bisa mengurangi impor beras dengan melakukan diversifikasi pangan. Lalu Kementerian ESDM, katanya, juga bisa melakukan kebijakan mengurangi impor BBM dengan terus memaksa masyarakat menggunakan transportasi massal.
“Indonesia juga harus bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Kemarin CEO Apple datang cuma buka pusat training center di Bali, padahal di Vietnam dia invest besar. Bagaimana Indonesia bisa jadi investor yang ekspor oriented. Jangan kita menarik investasi yang domestik oriented, seperti mengimpor beberapa bagian lalu dirakit dan hanya dijual di domestik,” pungkasnya. [Red]#VOA








