Berharap Generasi Muda Tidak Lupa, IKOHI Luncurkan Film Korban Penghilangan Paksa 1998

  • Whatsapp
Dionysius Utomo Raharjo (rambut putih), ayah Petrus Bima Anugrah, dan Hera Haslinda (pegang bunga), kakak Herman Hendrawan, menghadiri peluncuran Film Yang (Tak Pernah) Hilang (VOA/Petrus Riski)
Dua musisi membawakan lagu tentang hilangnya 13 mahasiswa saat Reformasi 1998, di awal pemutaran film Yang (Tak Pernah) Hilang. (VOA/Petrus Riski)
Dua musisi membawakan lagu tentang hilangnya 13 mahasiswa saat Reformasi 1998, di awal pemutaran film Yang (Tak Pernah) Hilang. (VOA/Petrus Riski)

Dandik mengaskan, hadirnya film ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali generasi muda terhadap kehidupan demokrasi yang dinikmati saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan banyak pihak, termasuk Herman dan Bimo. Kejadian penghilangan paksa pada masa lalu harus menjadi pelajaran berharga agar jangan sampai terulang kembali.

“Kalau anak-anak muda sekarang tahu, itu kan paling tidak mereka punya pemikiran bagaimana mereka harus bertindak, atau bagaimana mereka harus mengantisipasi kalau pemerintahan ini akan mengulangi kejadian-kejadian seperti masa lalu itu. Kalau mereka tidak tahu apa-apa kan, jadi celaka, tidak mengerti apa-apa. Seperti hari ini misalnya, tiba-tiba kita tahu penjahat HAM itu menang dalam proses pemilu. Itu artinya mereka tidak paham, tidak tahu sejarah, atau tidak peduli track record, track record para elit yang mau menjadi pemimpin negeri ini,” sebutnya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Rektor Untag Surabaya, Prof Mulyanto Nugroho, mengajak semua pihak untuk mengingatkan pemerintah agar menuntaskan kasus ini, demi tegaknya hukum dan hak asasi manusia di Indonesia.

“Harapannya kita mengingatkan, mengingatkan terus bahwa negara ini miliknya bangsa dan negara, rakyat semuanya tentunya. Kita di akademisi tentunya mengingatkan, jangan sampai terulang kembali tahun 1998. Ditemukan, harus kasus tentang orang hilang. Kasus tentang HAM itu harus dilakukan penegakan hukum,” komentarnya. [Red]#VOA