Berharap Angin Segar di Senayan dari Para Politikus Muda
“Kalau menurut saya, penting, tidak penting sebenarnya. Pentingnya, kenapa, karena biasanya kan, anak muda itu lebih punya ide dan gagasan yang lebih baru dibanding orang-orang tua. Tapi, (menjadi) tidak penting, kalau misalkan mereka yang tidak punya kapasitas dan kapabilitas, ya, pastinya,” ujar Zulfikar menanggapi pertanyaan mengenai pentingnya peran politisi muda.
Politisi Senior Dukung Anggota DPR Muda
Bagi para politisi senior, kehadiran anggota dewan muda adalah angin segar bagi badan legislatif.
Aboe Bakar Alhabsyi, politisi senior dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengatakan kehadiran politikus muda tersebut bisa berdampak positif jika mereka fokus pada perubahan yang nyata, bukan sekadar pencitraan.
“Jangan sampai (generasi) milenial yang datang itu anaknya si fulan, anaknya gubernur, cucunya bupati, dan lain sebagainya. Tapi kita berharap anak-anak muda, milenial, yang potensial, yang bisa menyuarakan suara rakyat lebih baik lagi,” kata politisi berusia 59 tahun itu.
Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan yang sudah empat periode menjadi anggota DPR, juga memandang positif kehadiran para politisi muda di DPR.
“Masing-masing yang masuk menjadi wakil rakyat itu saya yakin itu karena mendapatkan kesempatan, bukan hanya dari rakyat, tapi juga dari Allah SWT. Sumpah jabatan kita sama. Gaji kita juga sama. Insyaallah kerjanya juga sama,” kata Rieke, pemeran Oneng dalam sinetron tenar “Bajaj Bajuri” yang tayang pada 2002-2007. [ah/dw/ft]









