Berharap Angin Segar di Senayan dari Para Politikus Muda

  • Whatsapp

Lain halnya dengan Annisa Maharani Alzahra Mahesa dari Fraksi Gerindra. Putri aktivis 1998, Desmond Mahesa itu setuju bahwa mengkritik kebijakan-kebijakan yang buruk memang perlu dilakukan. Namun, kata politisi yang berusia 23 tahun itu, tidak semua masalah harus diselesaikan lewat demonstrasi. Apalagi, ujarnya, jika demo digelar hanya untuk menyasar ke individu tertentu.

“Didemo atas dasar apa? Kenapa mesti demo? Kenapa tidak diskusi saja? Kalau misalnya, demo mengkritik kebijakan, itu tidak apa-apa. selama kebijakan itu memang buruk. Tapi kalau mendemo secara personal, untuk apa? Tapi kalau bisa diskusi, bertatap mata, bicara dari hati ke hati, kita bisa paham,” jelas Annisa, yang menjadi politisi termuda di antara 580 anggota DPR-RI untuk periode 2024-2029.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Penting, Tidak Penting
Meski proporsi politisi muda yang berusia 21 hingga 35 tahun kurang dari 9 persen dari jumlah anggota DPR-RI dalam setiap periode pemilihan umum (pemilu), secara jumlah mengalami kenaikan. Dalam pemilu 2024, sebanyak 55 kursi dari 580 diduduki oleh politisi muda, naik dari 52 pada pemilu 2019.

Annisa Maharani Aizahra Mahesa, anggota termuda untuk DPR RI periode 2024-2029, saat diwawancarai usai pelantikan di Kompleks DPR/MPR RI di Jakarta, 1 Oktober 2024. (Foto: Gregorius Giovanni and Hafizh Sahadeva/VOA)
Annisa Maharani Aizahra Mahesa, anggota termuda untuk DPR RI periode 2024-2029, saat diwawancarai usai pelantikan di Kompleks DPR/MPR RI di Jakarta, 1 Oktober 2024. (Foto: Gregorius Giovanni and Hafizh Sahadeva/VOA)

Makin banyaknya politisi muda yang masuk ke Senayan, yang hingga sekarang masih didominasi oleh politisi usia paruh baya, dianggap sebagai angin segar. Namun, tak sedikit pihak yang mempertanyakan apakah para anggota DPR muda tersebut mampu mengikis sikap skeptis masyarakat atas kapabilitas dan integritas anggota DPR secara umum.

Menanggapi hal itu, Rio megatakan sikap skepti masyarakat itu sebagai sebagai hal positif yang bisa memecut anggota DPR agar bisa bekerja dengan lebih baik.

“Silakan masyarakat untuk skeptis tentang anggota DPR RI. Jadi, saya rasa itu biasa. Itu harusnya menjadi sesuatu yang memacu kita, ya, bukannya nggak semangat,” ujarnya.

Zulfikar Suhardi dari Fraksi Demokrat memberikan pandangan lain. berpandangan bahwa kehadiran anak muda di parlemen memang dibutuhkan untuk memberikan gagasan yang lebih moncer dibandingkan politisi yang lebih tua. Namun, kata politisi berusia 25 tahun itu, yang terjadi bisa sebaliknya jika anak muda yang terpilih tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni.

Zulfikar Suhardi (25), anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi Demokrat dalam upacara pelantikan di Kompleks DPR?MPR RI di Jakarta, 1 Oktober 2024. (Foto: VOA)
Zulfikar Suhardi (25), anggota DPR RI periode 2024-2029 dari Fraksi Demokrat dalam upacara pelantikan di Kompleks DPR?MPR RI di Jakarta, 1 Oktober 2024. (Foto: VOA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *