Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Makati, yang terlibat dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik yang sedang berkecamuk itu juga mengucapkan selamat kepada Trump.
Analis Osama Al Sharif di Amman mengungkapkan ia yakin Trump akan menekan Netanyahu untuk mengakhiri konflik sebelum pelantikan presiden tahun depan.
“Dia akan berani mengatakan kepada Netanyahu untuk menyelesaikan masalah ini sebelum 20 Januari (hari pelantikan presiden Amerika Serikat) karena kedua perang tersebut, terutama Gaza, telah menjadi sangat toksik dan menjadi bagian dari stigma (Presiden Joe) Biden, yang pada akhirnya juga berdampak pada (Wakil Presiden Kamala) Harris. Trump tidak perlu memulai hari pertamanya menjabat dengan lebih banyak berita tentang anak-anak yang terbunuh dan rumah sakit yang dibom,” jelasnya.
Kepada VOA, Al Sharif mengatakan Iran akan menjadi tantangan besar bagi Trump, yang menurutnya adalah seorang “isolasionis yang ingin menjauhkan Amerika dari konflik apa pun.” Ia menyarankan Trump untuk memperkuat sistem sanksi terhadap Iran.
“Lebih banyak sanksi. Dia mungkin dapat berkomunikasi dengan Teheran melalui (Presiden Rusia Vladimir) Putin, yang sekarang menjadi sekutu dekat Iran. Itu masih harus diamati,” tambah Al Sharif.










