Antisipasi Kepadatan Arus Balik Lebaran, Pemerintah Terapkan WFH 50% Bagi ASN pada 16-17 April

  • Whatsapp
FILE - Kepadatan arus mudik menjelang lebaran di kawasan Bogor, Jawa Barat, 13 April 2024. (ADITYA AJI / AFP)

Lebih jauh ia menilai bahwa penerapan kebijakan WFO bagi sebagian ASN selama dua hari diyakini bisa mengurai kepadatan volume lalu lintas pada puncak arus balik nanti.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno pun mengakui bahwa manajemen arus mudik dan balik lebih baik daripada tahun lalu.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Namun, Djoko menyoroti masih banyaknya travel gelap yang beroperasi pada musim lebaran tahun ini. Ia mencontohkan kecelakaan KM 58 di Tol Jakarta-Cikampek yang menewaskan 12 penumpang yang berada di dalam satu unit Daihatsu Gran Max, Sabtu (6/4). Setelah dilakukan penyelidikan baru diketahui bahwa mobil yang sedianya akan mengantarkan penumpang ke Ciamis, Jawa Barat, tersebut merupakan bagian dari layanan penyedia jasa travel gelap.

Menurut Djoko, kemunculan travel gelap ini sebagai dampak dari gagalnya pemerintah menyediakan sarana transportasi publik di daerah.

“Pemerintah gagal menyediakan angkutan umum di daerah, yang baru bisa (berhasil) itu angkutan umum antar kota, kereta, bus AKAP, travel antar kota. Tetapi ketika di desa tidak ada angkutan lagi, dan di perkotaan sudah minim, ya dampaknya travel gelap muncul,” ungkap Djoko.

Penumpang turun dari kapal perang TNI Angkatan Laut Banda Aceh di pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, yang membawa mereka mudik saat gratis dari Jakarta menjelang Idulfitri, 6 April 2024. (DEVI RAHMAN/AFP)
Penumpang turun dari kapal perang TNI Angkatan Laut Banda Aceh di pelabuhan Tanjung Emas di Semarang, yang membawa mereka mudik saat gratis dari Jakarta menjelang Idulfitri, 6 April 2024. (DEVI RAHMAN/AFP)

Menurutnya, kemunculan travel gelap bukan hanya pada masa lebaran saja, tapi hampir setiap hari dan pada berbagai rute. Ia mengatakan, kehadiran mereka dikarenakan tingginya permintaan dari masyarakat. Ia pun menyayangkan bahwa pemerintah tidak membenahi angkutan umum di daerah, dan memberantas travel gelap.

“Bahkan travel gelap dari Jakarta-Madura ada setiap hari, tarifnya sama dengan bis. Cuma bedanya mereka dijemput di tengah kota, lalu diantar sampai ke tempat tinggal, kalau bus kan kita harus ke terminal dan tidak sampai rumah masing-masing,” katanya.

“Yang penting itu adalah bagaimana pemerintah membenahi angkutan umum di daerah, itu kata kuncinya. Munculnya travel gelap karena transportasi di daerah itu buruk. Jadi itu tidak bisa diberantas, karena ada kebutuhan. Kalau dulu travel gelap bisa diberantas, sekarang kalau diberantas terus dibalik tanya ke pemerintah mau naik apa di daerah? Bingung jawabnya pemerintah,” pungkasnya. [Red]#VOA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *