Pemimpin LDP, yang telah memerintah Jepang hampir sepanjang era pascaperang, pada dasarnya yakin akan menjadi perdana menteri berikutnya karena menguasai mayoritas kursi di parlemen.
“Kita harus percaya kepada masyarakat, mengatakan kebenaran dengan keberanian dan ketulusan, dan bekerja sama untuk menjadikan Jepang negara yang aman dan tenteram di mana setiap orang dapat hidup dengan senyuman sekali lagi,” kata Ishiba yang tampak emosional saat memberikan pidato singkat di depan anggota parlemen setelah hasil pemilu diumumkan.
Ishiba harus meredam kegeraman masyarakat di dalam negeri atas kenaikan biaya hidup dan mengatasi lingkungan keamanan yang bergejolak di Asia Timur yang dipicu oleh sikap China dan Korea Utara, yang memiliki senjata nuklir, yang makin berani.
Pendekatan Ishiba terhadap diplomasi dengan sekutu terdekat Jepang, Amerika Serikat, akan menjadi fokus mengingat ia berulang kali menyerukan hubungan yang lebih seimbang.
Dalam kampanyenya, ia juga menyerukan pembentukan kerja sama keamanan di Asia yang mirip Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Gagasan Ishiba itu dapat memicu kemarahan Beijing dan telah ditolak oleh seorang pejabat senior AS karena dianggap terburu-buru.








