Anggaran Rp1 Miliar “Menguap”, Rumah Inspirasi Pemuda Lamongan Kini Tergembok Rantai

  • Whatsapp

Namun, realisasi belanja hanya Rp49,9 juta atau 4,99 persen. Artinya, lebih dari Rp950 juta tidak pernah terserap dan gagal diwujudkan menjadi sarana nyata bagi pemuda.

Saat peresmian pada 19 Maret 2022, Bupati Yuhronur Efendi menegaskan gedung ini akan menjadi wadah lahirnya agen perubahan secara gratis. Tetapi pantauan lapangan Maret 2026 menunjukkan kondisi sebaliknya:

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
  • Pintu utama terkunci rantai dan gembok.
  • Tidak ada aktivitas maupun petugas.
  • Minim informasi publik. Google Maps masih mencatat jam operasional hingga pukul 23.00, tetapi tidak tersedia kontak resmi yang bisa dihubungi.

Kejanggalan semakin terasa karena tidak ada paket tender terkait pengadaan sarana kepemudaan di LPSE Lamongan sepanjang 2023. Dugaan pun menguat bahwa proses lelang memang tidak pernah dilakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *