Amerika Serikat Masukkan Nikel Indonesia ke “Daftar Pekerja Paksa”

  • Whatsapp
FILE - Pabrik peleburan nikel di Kawasan Industri Weda Bay Indonesia (IWIP) di Lelilef, Maluku Utara, 7 Juli 2024. (Foto: Azzam Risqullah/AFP)

Nasib Perjanjian Dagang Bebas Terbatas

Meski begitu, kedua analis sepakat bahwa perjanjian dagang bebas terbatas Amerika Serikat-Indonesia belum sirna. Apalagi Indonesia merupakan produsen utama bijih nikel.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Realistis saja, saat ini indonesia telah menambang sekitar separuh dari nikel dunia dan Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa pangsa tersebut akan meningkat menjadi sekitar 62 persen pada tahun 2030,” tambah Cullen Hendrix.

Pengamat Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, saat menghadiri konferensi iklim di University of Maryland, Agustus 2024. (Foto: Rio Tuasikal/VOA)
Pengamat Energy Shift Institute, Putra Adhiguna, saat menghadiri konferensi iklim di University of Maryland, Agustus 2024. (Foto: Rio Tuasikal/VOA)

Daftar ini, menurut Putra Adhiguna, jadi kesempatan Indonesia membuktikan pembenahan dalam industri nikel tanah air, tak hanya bagi pekerja warga negara China, tapi juga pekerja Indonesia sendiri.

“Ketika dari pihak Amerika Serikat mereka willing untuk bicara long term relation, apa hal yang harus diperbaiki dengan jangka waktu seperti apa. Dan dari pihak Indonesia harus menunjukkan dengan bukti konkret. Ini yang sudah kami lakukan selama satu tahun terakhir,” tutupnya. [Red]#VOA