Austin dan mitranya dari Filipina menandatangani perjanjian militer baru yang memungkinkan kedua negara berbagi informasi militer rahasia secara aman.
Kedua negara juga tetap berkomitmen terhadap Perjanjian Pertahanan Bersama yang ditandatangani pada 1950, di mana keduanya setuju memberikan respons bersama, jika salah satunya diserang negara lain.
“Perjanjian Pertahanan Bersama berlaku untuk serangan bersenjata terhadap setiap pasukan bersenjata kita, pesawat terbang atau kapal umum, termasuk penjaga pantai dimanapun di Laut China Selatan,” tambahnya.
Sebuah pesan yang jelas kepada China, yang penjaga pantainya menggunakan meriam air untuk menyerang kapal-kapal Filipina dan bertabrakan dengan kapal penjaga pantai Filipina, dimana ada jurnalis asal Amerika di atasnya.









