Ali Fauzi, yang pernah menjadi instruktur perakitan bom di jaringan Jamaah Islamiyah sebelum berbalik arah menjadi aktivis perdamaian, menilai bahwa Iran memiliki keunggulan militer dan psikologis yang tidak bisa diremehkan. Ia menyebut modifikasi rudal Iran sebagai salah satu yang tercanggih di kawasan, serta menyebut soliditas internal Iran sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tekanan eksternal.
Lebih jauh, ia memperingatkan bahwa keterlibatan negara-negara Barat seperti Inggris dan Prancis dalam konflik ini bisa memicu reaksi dari Rusia dan Cina, yang berpotensi menyeret dunia ke dalam perang berkepanjangan. “Jika Barat ikut campur, maka Rusia dan Cina tidak akan tinggal diam. Ini bisa menjadi awal dari krisis global,” ujarnya.








