Aktivis Lingkungan Blokir Jalan Menuju KTT Energi Nuklir di Brussels

  • Whatsapp
Aksi protes aktivis lingkungan, termasuk Greenpeace, pada hari pelaksanaan KTT Energi Nuklir IAEA di Brussels, Belgia, 21 Maret 2024. (REUTERS/Johanna Geron)

Tetapi kebutuhan untuk menemukan alternatif bagi gas dari Rusia, setelah invasi negara itu ke Ukraina pada 2022, dan komitmen Uni Eropa untuk memotong emisi bersih rumah kaca sebesar 55 persen pada 2030, mengembalikan ketertarikan mereka pada tenaga nuklir.

Meski begitu, negara-negara Uni Eropa masih terbelah terkait penggunaan energi nuklir, dengan dua kubu yang berbeda. Satu kubu dipimpin Prancis yang percaya bahwa pengembangan nuklir sangat penting. Satu kubu yang lain, termasuk di dalamnya negara-negara antinuklir seperti Austria dan Jerman, yang ingin fokus pada sumber-sumber energi terbarukan seperti angin dan tenaga matahari. [Red]#VOA