Dinna mengatakan prospek terbaik Probowo untuk memengaruhi konflik terletak pada Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) dan Dewan Keamanan PBB.
“Kita telah melihat bagaimana negara-negara Timur Tengah, sejak Perjanjian Abraham (The Abrahamic Accord), telah terpecah ke berbagai posisi,” katanya.
“Jadi, jika Indonesia ingin bergerak cepat, salah satu langkah paling efektif yang dapat diambil adalah melalui forum multilateral. Indonesia juga dapat mengembangkan kaukus di berbagai lembaga untuk membangun suara yang lebih kuat, dan juga berkonsultasi dengan Sekretaris Jenderal (PBB), yang saya yakin sangat frustrasi dengan situasi ini.”
Mengupayakan keseimbangan global antarnegara adikuasa
Pada isu lain, Khoe mengatakan Prabowo telah mengimbau China dan Amerika Serikat untuk menjadi negara adikuasa global yang bertanggung jawab, dengan alasan bahwa kedua negara adikuasa global tersebut dapat hidup berdampingan, bekerja sama, dan berkolaborasi.
Berbicara di Pusat Studi Strategis dan Internasional Indonesia pada masa kampanye, Prabowo berkomitmen pada prinsip good-neighbor diplomacy, yang menekankan pentingnya membangun jaringan persahabatan yang kuat dengan semua negara (tetangga) di kawasan tersebut untuk memastikan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.
Terkait hubungan Indonesia dengan China, Dinna mengatakan bahwa Indonesia akan terus bekerja sama dengan China, mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus investor utama di negara ini.
Namun, Prabowo diperkirakan akan tetap berhati-hati terkait sikap agresif China di Laut Cina Selatan. Sembilan garis putus-putus China, yang diklaim Beijing sebagai batas wilayah penangkapan ikan kuno, tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia di dekat Kepulauan Natuna.
“Saya kira, yang pertama dan terutama, dia juga akan memastikan bahwa dia menghadiri semua pertemuan dan forum perundingan. Kali ini dia tidak akan hanya mengirim Menteri Luar Negeri,” imbuh Dinna.
“Saya pikir inilah yang akan membedakan Prabowo dan Jokowi. Dia Prabowo akan memastikan bahwa dia dapat berbicara secara langsung dengan [Presiden China] Xi sebagai presiden. Dia juga orang yang sangat percaya diri dalam mendekati negara-negara besar lainnya yang tertarik untuk menjaga keamanan Laut Cina Selatan.”
Meskipun Prabowo telah berkeliling dunia dalam beberapa bulan terakhir, dia belum mengunjungi Amerika Serikat. Para pengamat mengatakan bahwa dia kemungkinan akan menunggu hasil pemilihan presiden Amerika Serikat sebelum memutuskan untuk melakukan (lawatan)nya.
Reuters melaporkan bahwa 36 pemimpin negara akan menghadiri pelantikan Prabowo. Amerika Serikat mengirimkan delegasi enam orang yang dipimpin oleh Duta Besar PBB Linda Thomas-Greenfield dan termasuk Laksamana Samuel Paparo, Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat. [Red]#VOA









