Pemerintah Filipina memberikan penangguhan hukuman pada menit-menit terakhir untuk Veloso pada 2015 setelah seorang perempuan yang dicurigai merekrutnya ditangkap dan diadili karena kasus perdagangan manusia. Dalam kasus itu, Veloso ditunjuk sebagai saksi penuntut.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah “menyetujui pemindahan tersebut”, yang diperkirakan akan dilaksanakan bulan depan.
Pemimpin Filipina Marcos pada Rabu (20/11) mengunggah pesan terima kasih kepada pihak Indonesia.
Dia mengatakan, “kisah Veloso dapat dirasakan oleh banyak orang: seorang ibu yang terjebak dalam cengkeraman kemiskinan, yang membuat satu pilihan putus asa yang mengubah jalan hidupnya.” [Red]#VOA








