Pada Rabu (20/11), Presiden Filipina Ferdinand Marcos mengatakan dia akan diserahkan ke Manila setelah “perundingan panjang dan sulit” selama bertahun-tahun.
“Saya sangat gembira mendengar ada terbukanya kesempatan harapan saya untuk kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarga,” kata Veloso dalam keterangan tertulis yang dibacakan oleh sipir penjara Evi Loliancy, Kamis.
“Saya bersyukur dan ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang terus berupaya sehingga saya bisa kembali ke negara saya,” katanya.
Perempuan berusia 39 tahun itu mengatakan dia akan memanfaatkan keterampilan yang dia pelajari selama di penjara, termasuk teknik pewarnaan kain, untuk mendapatkan penghasilan bagi dirinya dan keluarganya.
Keluarga Veloso menyatakan bahwa Mary Jane ditipu agar melamar pekerjaan yang sebenarnya tidak ada di luar negeri sebagai pekerja rumah tangga. Dia tidak menyadari bahwa koper yang diberikan kepadanya oleh perekrut berisi obat-obatan terlarang.









