Ada apa dengan Jurnalis….?

  • Whatsapp
Pimpinan Redaksi : Medai Destara Group

“Seorang Jurnalis/ wartawan tidak memiliki kategori status sosial yang pasti. Pagi ia bisa ngobrol dengan tukang becak, siang dia bisa makan bersama para pejabat, sore bisa bincang-bincang dengan pemuka agama, dan malam dia juga bisa berada di cafe, diskotik, dan bar atau tempat hiburan malam sekalipun.

Seorang Jurnalis/ Wartawan, setiap harinya dapat menyapa publik dengan berbagai informasinya. Tak peduli apakah informasi yang disajikan itu diapresiasi atau dicaci. Semuanya semata untuk memenuhi kewajibannya terhadap public atau khalayak. Seorang Jurnalis/ Wartawan memberikan informasi berdasarkan kebenaran yang diyakininya benar dan hasil check and recheck. Yang itu semua terkadang mengandung risiko yang cukup besar hingga kehilangan nyawa. Begitu besar resiko yang tanpa disadari sudah mengancam diri dan keluarganya.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Seorang Jurnalis/ Wartawan tidak ada istilah libur meskipun tanggal merah. Sekalipun di hari raya nasional dan keagamaan, mereka tetap bertugas memburu berita. Bahkan, maaf ada istilah secara seloroh, pada saat datangnya kiamatpun, Jurnalis/ wartawan tetap bekerja memberitakan tentang peristiwa kiamat yang sedang berlangsung.

Demi tugas sebagai Jurnalis yang merupakan agen sosial control dan untuk menyajikan berita bagi khalayak masyarakat, seorang wartawan akan terus bekerja tanpa henti. Informasi tentang kondisi dan perkembangan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan masyarakat. Termasuk berbagai kejadian, persitiwa dan fenomena di tempat lainnya di setiap sudut negeri, dunia dan alam semesta ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *