JAKARTA | DN — Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia disambut dengan kehadiran sebuah karya literasi inspiratif. Buku berjudul “Hidup Berkah: Menjadi Manusia Bermanfaat bagi Masyarakat, Agama, dan Bangsa” karya Muhammad Wahid resmi diluncurkan dan langsung memikat perhatian berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional.
Anggota DPD RI sekaligus Ketua DPD RI ke-5, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi tinggi terhadap penerbitan buku ini. Menurut LaNyalla, gagasan yang diusung Muhammad Wahid menjadi oase pemikiran segar di tengah dinamika masyarakat modern yang kerap mengukur kesuksesan sebatas materi.
“Penulis dengan tajam mengingatkan kembali sebuah prinsip fundamental: esensi keberhasilan sejati manusia terletak pada seberapa besar kemanfaatan yang ia hadirkan bagi lingkungan dan sesamanya,” ujar LaNyalla dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).
LaNyalla menilai kandungan buku ini sangat selaras dengan cita-cita kemerdekaan dalam mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan nasional. Menurutnya, pemikiran dalam buku ini memadukan etos kerja, kompetensi, dan integritas moral yang mampu membentuk ketertiban sosial secara alami.
Nilai kebangsaan dalam karya ini makin kuat lewat penekanan pada integritas, penolakan perilaku koruptif sejak dini, serta semangat menjaga persatuan. Adanya panduan aksi nyata dan lembar muhasabah di setiap bab menjadikan karya ini panduan praktis pembentukan karakter bangsa.
Daya tarik buku “Hidup Berkah” juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Rian Hidayatullah (34), seorang pegiat literasi warga yang turut membaca draf awal buku tersebut, mengaku tersentuh dengan pendekatan praktis yang ditawarkan penulis.
“Buku ini tidak menggurui. Bagian refleksi diri di akhir bab sangat membantu kita mengevaluasi kontribusi sehari-hari, baik untuk keluarga maupun lingkungan sekitar. Sangat cocok dibaca di momen kemerdekaan ini untuk memicu semangat berubah menjadi lebih baik,” ungkap Rian.
Apresiasi luas ini mempertegas posisi “Hidup Berkah” bukan sekadar kado seremonial HUT RI ke-81, melainkan panduan moral yang relevan bagi akademisi, praktisi, hingga seluruh warga dalam merawat peradaban bangsa yang adil dan bermartabat. [WHD]








