TUBAN | DN – Mahkota dan selempang Ndhuk Tuban 2026 yang kini disandang Alexsandria Zelviera bukan sekadar simbol kemenangan. Bagi siswi kelas XII SMAN 2 Tuban tersebut, hasil Grand Final Pemilihan Cung dan Ndhuk Tuban 2026 justru menjadi titik mula dari tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar untuk Bumi Wali.
Gadis asal Kelurahan Ronggomulyo ini menegaskan bahwa peran duta wisata tidak boleh berhenti pada seremoni panggung. Melalui program advokasi SEMESTA PEDUL1 yang ia rintis sejak 2024, Alexsa—sapaan akrabnya—berkomitmen menggerakkan aksi nyata yang mencakup pelestarian lingkungan, pemberdayaan UMKM, kesehatan masyarakat, hingga promosi kebudayaan.
“Gelar ini adalah amanah. Setelah malam kemenangan usai, yang dinilai masyarakat bukan lagi mahkota atau selempangnya, melainkan kontribusi nyata apa yang bisa kami berikan selama menjabat,” ujar putri pasangan Suroso dan Sandra Eka Marliana tersebut, Minggu (26/7).
Aksi nyata Alexsa di bidang kesehatan masyarakat telah dibuktikannya melalui kolaborasi aktif bersama kader PKK Kelurahan Ronggomulyo. Ia terjun langsung dalam kegiatan posyandu, edukasi pola hidup sehat, hingga pembagian tablet tambah darah secara gratis guna mencegah anemia pada remaja.
Di sektor pariwisata, peraih gelar Puteri Kebaya Remaja Indonesia 2024 ini membawa visi besar untuk memperluas jangkauan promosi Kabupaten Tuban. Menurutnya, potensi Tuban tidak boleh hanya terpaku pada wisata religi yang selama ini menyedot sekitar enam juta pengunjung per tahun, melainkan juga harus menonjolkan kekayaan alam, tradisi, dan ekonomi kreatif lokal.
Guna menggaet perhatian generasi muda, Alexsa mengoptimalkan platform digital melalui kampanye tagar #VoilA (Vierra Voice of Inspiration, Education, and Real Action).
“Generasi muda sangat lekat dengan media sosial. Karena itu, promosi wisata harus dikemas secara kreatif dan relevan agar mampu mendorong Gen Z menjadi pelaku aktif promosi daerah,” jelasnya.
Langkah perjuangan Alexsa dipastikan akan terus berlanjut. Setelah ini, ia bersiap mewakili Kabupaten Tuban di panggung Raka Raki Jawa Timur, sekaligus menyimpan impian melangkah ke ajang Puteri Indonesia Jawa Timur. Meski disibukkan dengan segudang agenda kebudayaan dan sosial, sosok yang bercita-cita menjadi dokter ini tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.
Keberhasilan Alexsa tak lepas dari dukungan penuh orang tua, As Modeling, rekan-rekan, serta bimbingan almarhum Kak Exgaz yang selalu dikenangnya sebagai figur mentor berharga.
Memegang teguh prinsip hidup “Don’t Be Afraid To Fail, Be Afraid If You Never Try”, Alexsa mengajak seluruh pemuda Tuban untuk berani mengambil langkah pertama dan tak takut gagal dalam berkarya bagi daerah. [J2]








