NGAWI | DN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi terus mematangkan mesin partainya melalui Musyawarah Ranting (Musran) serentak se-Kecamatan Kendal. Berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Desa Simo pada Minggu (26/7/2026), agenda ini menjadi pijakan awal penyegaran struktur kepengurusan ranting untuk masa bakti 2026–2031 sekaligus konsolidasi organisasi menyongsong agenda politik mendatang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh jajaran DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi serta dihadiri pengurus PAC, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Ngawi, hingga jajaran kader dari 10 ranting desa. Desa-desa tersebut meliputi Karanggupito, Karangrejo, Simo, Ploso, Sidorejo, Kendal, Dadapan, Gayam, Patalan, dan Majasem.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi, Bambang Sri Saloko, S.Si., menyampaikan bahwa Musran bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang regenerasi kepengurusan agar partai tetap adaptif. Struktur anyar kini memadukan sosok senior berpengalaman dengan figur-figur baru dari kelompok muda dan perempuan.
“Komposisi kepengurusan periode ini sekitar 30 persen diisi oleh kader muda milenial. Keterlibatan tokoh perempuan juga terus kita perkuat agar struktur ranting semakin inklusif dan representatif,” ungkap Bambang di sela-sela kegiatan.
Di hadapan para kader, Bambang menginstruksikan pengurus baru untuk mempererat soliditas internal dan rajin turun ke bawah melalui berbagai aksi sosial kemasyarakatan. Menurutnya, kehadiran nyata di tengah warga menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
“Kedekatan serta kepedulian para pengurus ranting secara langsung kepada masyarakat adalah nilai jual utama partai,” tegasnya.
Selain pembenahan internal, aspek pemenangan pemilu juga menjadi sorotan utama. Bambang menegaskan bahwa Kecamatan Kendal—yang tergabung dalam Daerah Pemilihan (Dapil) III bersama Gerih dan Geneng—memiliki potensi besar untuk menambah perolehan kursi DPRD Kabupaten Ngawi.
“Pada pemilu lalu, raihan suara kita di Dapil III hampir menyentuh tiga kursi. Oleh karena itu, lewat konsolidasi intensif ini, target pada pemilu mendatang secara realistis ditingkatkan dari dua menjadi tiga kursi,” pungkas Bambang. [Don]








