Transformasi e-Monev Tuban 2026: Integrasi Data, Verifikasi Ketat, dan Solusi Tepat Sasaran

  • Whatsapp

TUBAN | DN – Pemerintah Kabupaten Tuban mengambil langkah progresif dalam tata kelola pembangunan daerah melalui transformasi total aplikasi e-Monev. Langkah strategis ini dirancang untuk memastikan setiap kebijakan dan alokasi anggaran benar-benar berbasis data riil di lapangan serta tepat sasaran dalam menyelesaikan problem masyarakat.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, SE., atau yang akrab disapa Mas Lindra, mengungkapkan bahwa pembaruan sistem ini mengintegrasikan seluruh proses perencanaan mulai dari indikator kinerja, subkegiatan, target sasaran, hingga sumber anggaran. Melalui sistem teranyar ini, Pemkab Tuban telah memetakan 224 permasalahan yang dikelompokkan ke dalam 31 tematik masalah strategis.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Persoalan masyarakat tidak pernah berdiri sendiri, sehingga penyelesaiannya menuntut kolaborasi lintas sektor. Kita bagi peran, satukan langkah, dan kuatkan komunikasi,” ujar Mas Lindra saat memimpin Rapat Koordinasi Transformasi Aplikasi e-Monev di Pendopo Krido Manunggal, Senin (14/09/2026).

Menariknya, transformasi e-Monev versi terbaru ini turut disematkan fitur penunjang berbasis kecerdasan artifisial (AI). Fitur ini berfungsi sebagai alat bantu referensi bagi perangkat daerah dalam merumuskan alternatif intervensi kebijakan. Kendati demikian, Bupati menegaskan bahwa AI hanya bersifat pendukung, sementara keputusan akhir tetap wajib melalui telaah komprehensif.

Guna menjaga akuntabilitas, aplikasi ini juga melibatkan tiga badan verifikator sekaligus, yakni Bapperida, BPKPAD, dan Inspektorat. Keterlibatan tiga instansi ini memastikan keselarasan anggaran dan ketepatan indikator pembangunan, sekaligus menutup celah ego sektoral antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Mas Lindra menekankan bahwa validitas data menjadi fondasi utama keberhasilan sistem ini. Ia meminta jajaran tingkat bawah, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga UPTD, aktif melakukan pembaruan data secara berkala. Evaluasi kinerja aparatur ke depan juga akan dikaitkan langsung dengan ketepatan implementasi program di lapangan, guna mewujudkan birokrasi Tuban yang transparan dan berorientasi hasil nyata bagi masyarakat. [J2]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *