SIDOARJO | DN — Semangat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama tampak kental dalam peringatan Maulidur Rasul Nabi Muhammad SAW sekaligus haul masyayikh di halaman Pondok Pesantren Bahrul Hidayah Sukolegok, Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Sabtu malam (12/9/2026). Ribuan warga memadati lokasi acara yang turut dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo H. Subandi bersama istri, dr. Sriatun Subandi.
Dalam sambutannya, Bupati Subandi menyampaikan apresiasi mendalam serta ucapan terima kasih kepada masyarakat Sidoarjo yang konsisten menjaga harmoni sosial. Menurutnya, momentum Maulid Nabi menjadi sarana strategis untuk mempererat tali persaudaraan serta meneladani sifat-sifat utama Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemerintah Daerah hari ini mengucapkan matursuwun atas kerukunan panjenengan sedaya,” ungkap Bupati Subandi di hadapan ribuan jamaah yang khidmat mengikuti rangkaian tahlil dan sholawatan bersama.
Acara religius yang disemarakkan oleh tausiyah KH Ali Maschan Moesa ini juga menyoroti peran vital lembaga pendidikan Islam. Bupati Subandi menegaskan bahwa pondok pesantren memegang andil besar dalam membentuk generasi berakhlak mulia atau uswatun khasanah.
Peran Strategis Pesantren dan Doa Bersama Ia menilai, para santri merupakan cerminan nyata generasi penerus bangsa yang mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur Rasulullah. Oleh karena itu, kolaborasi erat antara umara, ulama, dan masyarakat menjadi pilar utama dalam membangun stabilitas daerah.
Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Subandi mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memanjatkan doa bersama. Ia berharap Kabupaten Sidoarjo senantiasa dilimpahkan keberkahan dan bertransformasi menjadi kawasan yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.
“Mari kita bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Sidoarjo dan bangsa Indonesia senantiasa menjadi daerah serta negara yang lebih baik, maju, dan sejahtera,” pungkasnya. [SWD]








