KEDIRI | DN – Ratusan warga Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, memadati kawasan desa untuk menyaksikan rangkaian Grebeg Suro 2026 yang menampilkan seni tari Tiban dan ritual Cambuk Berdarah, tradisi turun-temurun yang hingga kini menjadi identitas budaya masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan kirab budaya yang diikuti warga, dilanjutkan penampilan tari kolosal yang mengangkat kembali sosok warok dan kesenian Tiban, sebuah pengembangan tradisi lokal yang pernah berjaya pada era 1980-an.
Penonton memadati jalan utama desa mengikuti arak-arakan, sementara kelompok penari dari Griya Busana menampilkan koreografi yang memadukan gerak sakral dan kolosal sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Menurut tokoh adat, tradisi Tiban berasal dari kebiasaan leluhur saat menghadapi musim kemarau panjang. Pada masa itu masyarakat melaksanakan ritual memohon hujan dan keselamatan hasil panen. Seiring perkembangan zaman, ritual tersebut bertransformasi menjadi seni budaya yang tetap mempertahankan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.








