MAKASSAR – DN | Rencana masuknya dua politisi muda, Vonny Amelia (Gerindra) dan Bung Aso (PAN), dalam struktur formatur Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan menimbulkan perdebatan hangat. Sejumlah pemerhati kepemudaan menilai wacana tersebut berpotensi menyeret KNPI ke dalam kepentingan politik praktis, sehingga mengikis independensi organisasi yang seharusnya menjadi wadah netral bagi pemuda.
Vonny Amelia, anggota DPRD Sulsel sekaligus mantan pramugari, bersama Bung Aso yang dikenal sebagai adik salah satu elite KNPI Sulsel, disebut-sebut mendapat dukungan dari pejabat daerah. Namun, latar belakang politik keduanya dianggap bisa memengaruhi arah kebijakan organisasi.
Penggiat sosial, Abdullah, menegaskan bahwa kehadiran figur partai politik di formatur KNPI berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. “Politisi tentu membawa agenda politik dan ekonomi. Jika mereka memegang kendali, wajar jika muncul kekhawatiran bahwa keputusan organisasi akan terpengaruh oleh kepentingan partai,” ujarnya.







