WHO: Fasilitas Kesehatan Utama di Gaza Utara Lumpuh Total

  • Whatsapp
Sebuah tempat tidur rusak di dalam rumah sakit Kamal Adwan, selama operasi militer Israel yang sedang berlangsung, di tengah konflik Israel-Hamas, di Beit Lahiya, di Jalur Gaza utara, 18 Desember 2024. (Foto: Reuters)

WHO mengatakan 60 petugas kesehatan dan 25 pasien dalam kondisi kritis, termasuk yang menggunakan ventilator, dilaporkan masih berada di rumah sakit.

DN – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan bahwa serangan militer Israel pada Jumat (27/12), yang menargetkan militan Hamas di sekitar Rumah Sakit Kamal Adwan, melumpuhkan fasilitas kesehatan utama terakhir di Gaza utara.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Laporan awal menunjukkan bahwa beberapa departemen utama hangus dan hancur dalam penyerbuan,” kata WHO dalam sebuah pernyataan di platform X.

Militer Israel menyatakan bahwa rumah sakit tersebut dijadikan “benteng utama oleh organisasi teroris dan terus digunakan sebagai tempat persembunyian para teroris” sejak pasukan mereka melancarkan operasi besar di Gaza utara pada Oktober lalu.

WHO mengatakan 60 petugas kesehatan dan 25 pasien dalam kondisi kritis, termasuk yang menggunakan ventilator, dilaporkan masih berada di rumah sakit.

Pasien dengan kondisi sedang hingga parah terpaksa dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang sebetulnya juga sudah rusak dan tidak beroperasi, kata WHO. Organisasi itu menyatakan keprihatinan mendalam atas keselamatan para pasien.

Sejak 6 Oktober, Israel terus meningkatkan serangan darat dan udara di Gaza utara. Mereke menyebut serangan itu sebagai upaya untuk mencegah militan Hamas berkumpul kembali. Pada Jumat, Israel mengungkapkan bahwa tindakan mereka didasarkan pada informasi intelijen mengenai “infrastruktur dan operasi teroris” di sekitar rumah sakit.

Sebelum melancarkan operasi di sekitar rumah sakit tersebut, militer menyatakan bahwa pasukannya “memastikan evakuasi warga sipil, pasien, dan tenaga medis berjalan dengan aman”.

WHO menegaskan kembali seruannya untuk melakukan gencatan senjata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *