Telepon Trump, Kamala Akui Kekalahan, Tapi Tak akan Berhenti Berjuang

  • Whatsapp
Wakil Presiden AS yang juga calon presiden Partai Demokrat Kamala Harris mengakui kekalahannya dalam pidato konsesi di Howard University di Washington, DC Rabu sore, 6 November 2024.

WASHINGTON DC | DN – Wakil Presiden yang juga calon presiden Partai Demokrat Kamala Harris mengakui kekalahannya dalam pemilu presiden AS, tetapi mengatakan “tidak akan menghentikan perjuangannya.”

Kamala menggarisbawahi pentingnya prinsip fundamental demokrasi, yaitu “ketika kita kalah dalam pemilu, kita menerima hasilnya.” Prinsip ini, tambahnya, adalah yang membedakan demokrasi dari monarki atau tirani.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Siapa pun yang ingin meraih kepercayaan publik, harus menghormati hal ini,” tegasnya seraya menambahkan “pada saat yang sama, bangsa ini sedianya setia kepada Konstitusi Amerika, bukan pada presiden atau partai. Setia pada hati nurani dan pada Tuhan.”

Setelah menyampaikan rasa terima kasih kepada ribuan pendukungnya yang memadati halaman kampus almamaternya di Washington DC, Howard University, Rabu sore (6/11), Kamala mengakui bahwa hasil pemilu ini tidak seperti yang diharapkan, diperjuangkan dan dipilih di kotak suara. “Tetapi cahaya janji Amerika akan terus bersinar terang selama kita tidak pernah menyerah dan selama kita terus berjuang.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *