Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 109 menteri dan wakil menteri serta kepala badan atau lembaga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Sejumlah menteri pun menyampaikan apa yang akan menjadi fokus mereka ke depan.
“Itu nanti akan dibahas secara bersama-sama. Jadi masih akan ada pembahasan bersama-sama, termasuk tahapannya, termasuk kebijakan fiskalnya nanti,” ungkap Airlangga usai dilantik.Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan fokus kementerian yang akan dipimpinnya adalah bagaimana bisa mencapai swasembada pangan dalam lima tahun ke depan sesuai dengan keinginan Prabowo. Menurutnya untuk mencapai target itu, pemerintah tidak bisa mengandalkan pulau Jawa mengingat lahan pertaniannya yang terus menyusut , dan juga pulau Sumatera yang banyak perkebunan kelapa sawitnya.
“Oleh karena itu, memang masa depan untuk pertanian padi, gula dan jagung ada di Papua. Sekarang kita lagi coba kembangkan besar-besaran di Merauke. Nanti kita akan bagi klaster, di Sulawesi cocoknya apa, misalnya cengkeh dan coklat disitu akan menjadi unggulan. Sumatera mungkin kopi, lada, itu juga menjadi komoditas unggulan. Di samping itu kelapa juga bisa tumbuh semuanya, jadi tidak hanya beras, tidak hanya gula, tetapi komoditas unggulan di masyarakat kita, mudah-mudahan dalam lima tahun kita bisa dengan cepat kita kembangkan sehingga kita bisa swasembada,” kata Zulkifli.
Agus Harimurti Yudhoyono yang didaulat menjadi Menko Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan mengaku akan segera terjun ke lapangan dan mempelajari tugas-tugasnya terlebih dahulu karena kementerian ini merupakan kementerian koordinator yang baru. Dengan begitu, dirinya kelak akan bisa segera mengetahui apa saja yang akan menjadi permasalahan dan tantangan dari kementerian ini.
“Secara khusus tadi tidak ada penyampaian secara langsung kepada masing-masing menteri, yang jelas Pak Prabowo menyampaikan selamat bertugas, tantangan dan harapan masyarakat tentu besar. Oleh karena itu menteri-menteri harus bisa bekerja dengan serius, bekerja keras tetapi juga kerja sama yang baik antar kementerian,” tutur Agus.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan fokus tugas kementeriannya tidak berubah dengan kementerian yang ada sebelumnya. Namun kementerian yang baru ini, katanya, memiliki bobot tugas yang baru yakni di bidang digital. Mantan wartawan dan anggota DPR RI ini berharap pihaknya bisa mengamankan data-data masyarakat dan memaksimalkan keamanan Pusat Data Nasional.









