Usai Kematian Sinwar, Hamas Diduga akan Tunjuk Pemimpin Baru dari Luar Gaza

  • Whatsapp
Dalam foto arsip tampak Kepala Hamas Gaza Yahya Sinwar (kiri), Ketua Umum Hamas Ismail Haniyeh (tengah) dan pemimpin senior Hamas, Khalil al-Hayaa di Rafah diJalur Gaza, 19 September 2017. Hamas diperkirakan akan menunjuk pengganti Sinwar, dari luar Gaza. (Foto: Reuters)

Para pakar berpendapat bahwa Hamas harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menentukan pemimpin baru, tidak hanya memperhatikan preferensi pendukung utamanya, yaitu Iran, tetapi juga kepentingan negara-negara Teluk Arab, khususnya Qatar.

Kelompok militan Palestina, Hamas, diperkirakan akan segera memilih pemimpin baru dari luar Gaza untuk menggantikan Yahya Sinwar yang baru saja tewas. Para pakar memprediksi bahwa saudara Yahya Sinwar, Mohammad Sinwar, kemungkinan akan berperan lebih besar dalam melawan Israel di wilayah tersebut.Para pakar berpendapat bahwa Hamas harus mempertimbangkan sejumlah faktor dalam menentukan pemimpin baru, tidak hanya memperhatikan preferensi pendukung utamanya, yaitu Iran, tetapi juga kepentingan negara-negara Teluk Arab, khususnya Qatar. Negara tersebut merupakan tempat tinggal bagi semua kandidat utama yang bersaing untuk posisi kepala politbiro saat ini.

Bacaan Lainnya
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Sinwar, yang merupakan dalang serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang Gaza yang menghancurkan, tewas oleh pasukan Israel dalam baku tembak pada Rabu . Ini adalah kali keduanya bagi Hamas kehilangan pemimpin utamanya dalam waktu kurang dari tiga bulan.

Pemimpin sebelumnya, Ismail Haniyeh, dibunuh di Iran pada Juli yang kemungkinan besar juga dilakukan oleh Israel.

Ketika Sinwar menggantikan posisi Haniyeh, ia menyatukan kepemimpinan militer dan politik di Gaza. Namun, hal itu tidak akan terulang kembali pada saat ini.

Setelah lebih dari setahun serangan Israel menghantam Hamas, menewaskan ribuan pasukannya, dan membunuh tokoh-tokoh senior, baik di dalam maupun di luar Gaza, belum jelas bagaimana kelompok Islamis itu akan bangkit dari keterpurukan kali ini.

Wakil Sinwar, Khalil Al-Hayya, yang dianggap sebagai calon penggantinya, mengeluarkan pernyataan menantang pada Jumat (18/10). Ia menyatakan bahwa sandera Israel tidak akan dilepaskan hingga pasukan Israel mundur dari Gaza, dan perang berakhir.

Hamas dikenal memiliki kemampuan untuk mengganti pemimpin yang tewas dengan cepat dan efisien. Dewan Syura, sebagai badan pengambil keputusan utama, bertanggung jawab untuk menunjuk pemimpin baru.

Tangkapan layari video ini menunjukkan pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya, tengah, berdoa di depan peti mati pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang terbunuh dan pengawalnya saat salat jenazah di Doha, Qatar, pada Jumat 2024. (Qatar TV via AP )
Tangkapan layari video ini menunjukkan pejabat senior Hamas Khalil al-Hayya, tengah, berdoa di depan peti mati pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang terbunuh dan pengawalnya saat salat jenazah di Doha, Qatar, pada Jumat 2024. (Qatar TV via AP )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *