Prabowo Subianto telah mengunjungi lebih dari 20 negara dalam enam bulan terakhir sebagai menteri pertahanan, dan merupakan presiden terpilih pertama yang melakukan lawatan ke luar negeri ke negara-negara mitra global yang strategis sebelum resmi memangku jabatan.
JAKARTA | DN – Prabowo Subianto akan dilantik sebagai presiden kedelapan Indonesia, Minggu, 20 oktober 2024. Para analis memperkirakan gaya dan substansi Prabowo Subianto, akan berbeda dari pendahulunya, Presiden Joko Widodo.“Prabowo akan menjadi presiden kebijakan luar negeri (foreign policy president) dan memiliki pendekatan langsung dalam menangani masalah kebijakan luar negeri,” kata Fadli Zon, orang kepercayaan lama partai politiknya dan ketua Komite Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI.
“Lihat saja gaya diplomasinya. Dia telah bertemu langsung dengan para pemimpin dunia dari negara-negara besar bahkan sebelum dia dilantik,” imbuhnya.
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang memimpin Indonesia dari tahun 2004 hingga 2014, juga membuat prediksi serupa.
“Pak Probowo, ‘Anda berada di jalur yang benar’ dan telah menjadi ‘Presiden kebijakan luar negeri,’ tulisnya dalam bahasa Indonesia di platform media sosial X setelah pernyataan Probowo di forum Dialog Shangri-la 2024 di Singapura awal tahun ini.
“Semoga sukses dan terus maju!,” kata Yudhoyono.
Indonesia memangku jabatan sebagai presiden G20 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan memelopori inisiatif diplomatik untuk perdamaian di Myanmar sebagai Ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun lalu. Presiden Jokowi juga merupakan pemimpin negara pertama yang mengunjungi Ukraina dan Rusia setelah invasi besar-besaran Rusia ke negara tetangganya.
Namun, pemerintahan Jokowi sebagian besar berfokus pada urusan dalam negeri dan tidak pernah menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagian besar diplomasi luar negeri Indonesia dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Prabowo telah mengunjungi lebih dari 20 negara dalam enam bulan terakhir sebagai menteri pertahanan, dan ia bertemu dengan para pemimpin negara di China, Jepang, Australia, Prancis, Rusia, Arab Saudi, dan Malaysia. Ia adalah presiden terpilih pertama yang melakukan lawatan ke luar negeri ke negara-negara mitra global yang strategis, sebelum resmi memangku jabatan.
Teuku Rezasyah, Guru Besar dari Universitas Padjajaran Bandung mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa Prabowo akan aktif secara internasional dan tertarik untuk membangun dukungan dan kepercayaan dengan para pemimpin global sejak dini.









