Ledakan alat elektronik di Lebanon kembali terjadi. Setelah sebelumnya terjadi ledakan alat komunikasi pager secara bersamaan, sejumlah alat elektronik seperti walkie-talkie dan panel surya dilaporkan meledak pada hari Rabu (18/9) di berbagai wilayah negara tersebut.
LEBANON | DN – Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan sedikitnya 14 orang tewas dan lebih dari 450 orang mengalami luka-luka dalam gelombang kedua ledakan alat elektronik yang terjadi di berbagai wilayah Lebanon pada hari Rabu (18/9).
Sehari sebelumnya, 12 orang dilaporkan tewas dan sebanyak 2.800 orang mengalami luka-luka ketika alat komunikasi pager, yang digunakan anggota kelompok Hizbullah di Lebanon dan Suriah, meledak secara bersamaan, Selasa (17/9).
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa ini. Namun, baik Hizbullah maupun pemerintah Lebanon menyebut Israel berada di balik peristiwa ini.
Seorang pakar keamanan Israel, yang juga mantan pejabat intelijen negara tersebut, Eyal Pinko, mengatakan bahwa untuk membuat dampak ledakan seperti itu, bahan peledak kurang dari 2 gram bisa saja disematkan ke dalam pager-pager itu ketika diproduksi.








