Kementerian Pertanian memulai program untuk mencetak sawah baru yang ditargetkan bisa mencapai 500 hektare di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Namun pengamat yakin program tersebut akan gagal seperti sebelumnya. Mengapa?
( DN ) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimis pemerintah bisa mecapai target mencetak 500 ribu hektare sawah baru di Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang diharapkan bisa menjadi lumbung pangan nasional.
Sebelumnya, Kementan telah melakukan program cetak sawah di provinsi yang sama seluas 10 ribu hektare pada beberapa tahun yang lalu. Mentan Andi Amran mengklaim program tersebut berhasil karena telah memproduksi sebanyak enam ton per hektarenya.
“Dulu rencana kita kembangkan di sini sampai satu juta hektare. In syaa Allah ke depan ini, kita mencoba merintis, membangun, mencetak sawah 500 ribu hektare karena lahannya sudah ada dan siap, dan ini sangat bagus. Potensinya luar biasa, airnya melimpah dan seterusnya, ini kita jadikan lumbung pangan,” ungkap Mentan dalam siaran pers yang diterima oleh VOA.
Menurutnya, jika kelak program ini berhasil ia yakin kedaulatan pangan bisa tercapai meskipun berbagai risiko seperti faktor cuaca dan krisis pangan dunia membayangi.
“Ini sangat strategis sehingga In syaa Allah ke depan yang sudah ada kita tingkatkan indeks pertanamanny. Kemudian yang 500 ribu hektare kita akan garap, moga-moga dalam satu tahun selesai, ini nanti menjadi lumbung pangan, menjadi kekuatan kita,” jelasnya.
Untuk diketahui, Kabupaten Merauke sendiri dikenal sebagai etalase perdagangan dan transportasi di wilayah Indonesia Timur, wilayah Pasifik dan Rumpun Melanesia. Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan dengan potensi lahan pertanian 1,2 juta hektare.
Provinsi Papua Selatan terdiri dari empat kabupaten, 74 distrik, 13 kelurahan, dan 674 kampung. Sedangkan populasi di Merauke mencapai 243.722 jiwa dengan total luas wilayah mencapai 127.280,69 kilometer.









